Al-Mawaidzul Ushfuriyah - Hadits 21, Keutamaan Membahagiakan Orang Lain

Al-Mawaidzul Ushfuriyah - Hadits 21, Keutamaan Membahagiakan Orang Lain

Dari Sahabat Ibnu Abas ra sesungguhnya ia berkata, Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ أَدْخَلَ عَلَى قَلْبِ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ فَرْحًا وَسُرُوْرًا فِيْ دَارِ الدُّنْيَا خَلَقَ اللّٰهُ تَعَالٰى مِنْ ذٰلِكَ مَلَكًا يَدْفَعُ عَنْهُ الْآفَاتِ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ جَاءَ مَعَهُ قَرِيْنًا فَإِذَا مَرَّ بِهِ هَوْلٌ يُفَزِّعُهُ، قَالَ : لَا تَخَفْ، فَيَقُوْلُ : مَنْ أَنْتَ، فَيَقُوْلُ : أَنَا الْفَرْحُ وَالسُّرُوْرُ الَّذِيْ أَدْخَلْتَهُ عَلَى أَخِيْكَ الْمُسْلِمِ فِيْ دَارِ الدُّنْيَا

"Barang siapa memasukan kebahagiaan dan kegembiraan di hati saudaranya yang muslim, maka Allah Yang Maha Luhur menciptakan seorang malaikat dari kebahagiaan itu yang menolaknya dari malapetaka. Lalu tatkala hari kiamat, kebahagiaan itu datang bersamanya sebagai teman, tatkala lewat padanya sebuah kesulitan yang menakutkannya, maka kebahagiaan itu berkata, "Jangan takut". Ia bertanya, "Siapakah kamu ?". Kebahagiaan itu menjawab, "Aku adalah kebahagiaan dan kegembiraan yang telah kamu masukkan ke dalam hati saudaramu yang muslim di rumah dunia"".

Di hadits lain dari Nabi SAW, disebutkan lafadz yang lain :

إِدْخَالُ السُّرُوْرِ فِيْ قَلْبِ مُؤْمِنٍ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ سِتِّيْنَ سَنَةً

"Memasukkan kebahagiaan di dalam hati seorang mukmin lebih baik daripada ibadah 60 tahun".

_______________________

Di dalam sebuah hikayah, sesungguhnya Syekh Abdullah bin Mubarak melihat seekor kuda yang dijual di pasar dengan harga 40 dirham, lalu ia bertanya, "Apa yang membuat kuda ini murah ?". Dikatakan, "Kuda ini mempunyai banyak cacat". Ia bertanya, "Apa itu ?". Penjual kuda menjawab, "Kuda ini tidak dapat berlari kencang di belakang musuh, (ketika di depan) ia berhenti sehingga musuh mendapatinya, ia meringkik dan menjerit di tempat yang di dalamnya membutuhkan diam". 

Syekh Abdullah bin Mubarak berkata, "Ini adalah kuda yang mahal", ia pun meninggalkannya, lalu murid Syekh Abdullah bin Mubarak membelinya.

Ketika tiba hari perang, Murid Syekh Abdullah bin Mubarak pun terlihat mencolok dan kuda itu melakukan pekerjaan yang bagus. Syekh Abdullah bin Mubarak pun bertanya kepada muridnya, "Apakah kamu telah menguji coba kuda itu ?".

Murid Syekh Abdullah bin Mubarak pun menjawab, "Iya, kuda itu sebagaimana yang telah dituturkan oleh orang-orang. Tetapi ketika aku membelinya, aku berkata di telinga kuda itu, "Wahai kuda, sesungguhnya aku telah meninggalkan dosa, bertaubat, dan kembali kepada Allah Yang Maha Luhur, maka kamu juga, tinggalkanlah cacat-cacat di dalam dirimu". Kuda itu pun menggerakkan kepalanya 3 kali dan menjawab dengan bahagia karena aku telah meninggalkan dosa. Lalu aku mengetahui bahwa caca-cacat itu dari pemilik kuda bukan dari kuda itu, karena sesungguhnya kuda orang-orang kafir dan orang dholim melaknati pemiliknya sampai pemiliknya turun dari punggungnya". 

Demikian itu sesuai dengan firman Allah Yang Maha Luhur :

أَلَا لَعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الظَّالِمِيْنَ

"Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang dhalim" (Hud : 18).

Lalu tatkala Tuhannya telah melaknatinya, maka setiap sesuatu pun akan melaknatinya. Demikian pula kuda itu melaknati pemiliknya tatkala pemiliknya adalah orang kafir, orang dholim, orang munafiq, dan orang yang sombong sampai ia turun dari punggung kuda itu.

Maka diketahui bahwa hewan melata akan merasa bahagia lalu tunduk pada pemiliknya sebab rasa bahagia itu. Demikian pula kebahagiaan itu akan berwujud pada hari kiamat yang mendatangi, memegang, dan menuntun pemiliknya ke surga.

Wallahu a'lam bis showab.

Baca lebih lengkap : Terjemah Kitab Al-Mawaidzul Ushfuriyah Bahasa Indonesia.