Taisirul Khollaq - (10) Bab Hilm, Bab Sakho', Bab Tawadlu', Bab Izzatun Nafs

Taisirul Khollaq - (10) Bab Hilm, Bab Sakho', Bab Tawadlu', Bab Izzatun Nafs

Terjemah Kitab Taisirul Khollaq Bahasa Indonesia, Bab Hilm, Bab Sakho', dan Bab Tawadlu', Bab Izzatun Nafs.

AL-HILM (SANGAT SABAR) (1)
Catatan (1) :
Hilm diartikan dalam Bahasa Jawa dengan istilah "Aris" yaitu sifat sabar menghadapi seseorang yang menyakitinya padahal dia mampu membalas perbuatan orang itu.

Yaitu sifat yang bisa membawa pemiliknya untuk meninggalkan pembalasan dendam pada seseorang yang membuatnya marah padahal dia mampu untuk membalasnya.

Sebab sifat hilm adalah
  • Mengasihi orang-orang yang bodoh (maksudnya adalah orang-orang yang menyakiti hati diibaratkan orang yang bodoh. Kebodohannya adalah karena ia dengan mudahnya terkuasai oleh emosi, jadi tidak perlu diladeni, karena hanya akan melebarkan perkara).
  • Menghilangkan mencaci maki (misuh dalam Bahasa Jawa)
  • Merasa malu untuk membalas dengan jawaban yang buruk (maksudnya, malu untuk melontarkan kata-kata kasar dalam meladeni orang yang menyakiti)
  • Berbaik hati pada orang yang berbuat buruk
  • Menjaga nikmat yang berlalu
  • Tipu daya (maksudnya berpura-pura diam dan mengalah untuk 
  • Adanya kesempatan (untuk membalas, tapi tidak melakukannya)
Karena sesungguhnya menghilangkan mencaci maki merupakan kemuliaan diri dan tingginya himmah (keinginan besar), merasa malu merupakan upaya menjaga diri dan sifat muru'ah (berkarisma) yang sempurna, menjaga nikmat yang berlalu merupakan sikap menepati janji, tipu daya dan adanya kesempatan merupakan sebuah kecerdikan karena sesungguhnya orang yang menampakkan kemarahannya maka dia sedikit tipu dayanya.

Nabi SAW bersabda di dalam memuji orang yang memiliki sifat hilm :
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْحَيِّيَ الْحِلْمَ وَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِئَ
"Sesungguhnya Allah SWT mencintai orang hidup yang memiliki sifat sangat sabar dan Dia membenci orang berbuat keji yang berkata kotor".


AS-SAKHO' (PEMURAH ATAU DERMAWAN)
Yaitu menyerahkan (memberikan) harta tanpa diminta dan menyatakannya.

Sakho' adalah sifat utama yang baik dan perkara yang terpuji, karena di dalam terdapat hal-hal yang dapat mengikat dan mengumpulkan (menyatukan) hati, sehingga kemanfaatannya besar dan keramahannya merebak (menyebar). Nabi SAW sendiri memberikan sebuah pemberian kepada seseorang tanpa takut kefakiran.

Di dalam hadits (hadits qudsi), Malaikat Jibril berkata, Allah SWT berfirman :
هٰذَا دِيْنٌ اِرْتَضَيْتُهُ لِنَفْسِيْ لَا يُصْلِحُهُ اِلَّا السَّخَاءُ وَحُسْنُ الْخُلُقِ، فَاَكْرِمُوْهُ بِهِمَا مَا اسْتَطَعْتُمْ
"Ini adalah agama (islam) yang mana Aku meridlionya untuk Dzat-Ku, tidaklah menjadikannya baik kecuali sifat pemurah dan akhlaq yang baik. Maka muliakanlah agama ini dengan kedua sifat itu semampu kalian".


AT-TAWADLU (RENDAH HATI)
Yaitu merendahkan sayap-sayap dan melemaskan perut tanpa kasar dan hina (2).

Catatan (2) :
Kalimat "خَفْضُ الْجَنَاحِ" (merendahkan sayap) dan "اِلَانَةُ الْجَانِبِ" (melemaskan perut) merupakan dua kalaimat kiasan. Hewan yang bersayap yang mengepakkan sayapnya menunjukkan kebanggaan dan kesombongan, sedangkan jika direndahkan sayapnya menunjukkan kekalahan dan penghormatan, jadi makna merendahkan sayap adalah merendahkan diri. Sedangkan makna melemaskan perut adalah berlemah lembut.
Jadi, tawadlu' adalah merendahkan diri dan berlemah lembut, tidak bersikap kasar dan tidak hina.

Maksud sifat tawadlu' adalah memberikan hak kepada setiap orang yang memiliki hak, tidak menganggkat derajat orang yang hina dan tidak menurunkan maqom kemuliaan orang yang mulia. Tawadlu' merupakan sifat yang menyebabkan meluhuran dan menarik kemuliaan.

Nabi SAW bersabda :
مَنْ تَوَاضَعَ لِلّٰهِ رَفَعَهُ
"Barang siapa bertawadlu' (merendahkan diri) karena Allah SWT, maka Allah SWT akan mengangkat derajatnya".


IZZATUN NAFS (KEMULIAAN DIRI)
Yaitu sifat yang mana karenanya, manusia bisa menjadikan dirinya berada di tempat luhur dan mulia.

Sebabnya adalah mengetahui manusia dari kadar dirinya (baik batas kemampuan maupun kekurangan diri).

Buahnya adalah berbuat baik, bersabar menghadapi masa yang dibenci (masa sulit), meninggalkan menampakkan diri membutuhkan (tidak bergantung pada orang lain), penghormatan manusia padanya, dan kebaikan Allah yang diberikan padanya.

Allah Yang Maha Luhur berfirman :
وَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ
"Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin" (Al-Munafiqun : 8).

Nabi SAW bersabda :
رَحِمَ اللّٰهُ امْرَأً عَرَفَ قَدْرَ نَفْسِهِ
"Allah menyayangi seseorang yang mengetahui kadar (batas kemampuan dan kekurangan) dirinya".

Wallahu a'lam bis showab.

Baca lebih lanjut : Terjemah Kitab Taisirul Khollaq Bahasa Indonesia Lengkap.