Washoya - Pelajaran 19, Tentang Ikhlasnya Niat Karena Allah Ta'ala di Semua Amal Perbuatan

Washoya - Pelajaran 19, Tentang Ikhlasnya Niat Karena Allah Ta'ala di Semua Amal Perbuatan

Terjemah Kitab Washoya Al-Aba' lil Abna' Bahasa Indonesia, Pelajaran 19, Tentang Ikhlasnya Niat Karena Allah Yang Maha Luhur di Semua Amal Perbuatan.


Wahai anak kecilku,

اِÙ†َّÙ…َا الْاَعْÙ…َالُ بِالنِّÙŠَّاتِ ÙˆَاِÙ†َّÙ…َا Ù„ِÙƒُÙ„ِّ امْرِئٍ Ù…َا Ù†َÙˆٰÙ‰

"Sesungguhnya sempurnanya amal perbuatan tergantung pada niat dan sesungguhnya setiap seseorang (akan memperoleh balasan) atas apa yang diniatkannya" (32).

(32) Diriwayakan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, dan selain keduanya dari Sahabat Umar bin Khattab ra, dari Nabi SAW.

Sesungguhnya seseorang yang meninggalkan makan dan minum mulai dari munculnya fajar sampai tenggelamnya matahari dengan niat berpuasa, seperti orang yang meninggalkan makan dan minum (tanpa niat puasa) karena ia tidak mendapati makan dan minum. Tetapi orang yang pertama memperoleh pahala orang yang berpuasa, sedangkan orang yang kedua tidak memperoleh pahala itu. Maka ikhlaskanlah niat karena Tuhanmu wahai anak kecilku, di semua amal perbuatanmu.

Jadilah pandai di dalam agama dengan niat tetap berada di dalam batas-batas yang telah ditetapkan Allah di dalam apa yang telah Dia halalkan dan yang telah Dia haramkan. Perkara yang haram maka jauhilah karena sesungguhnya Allah telah melarangmu dari perkara haram dan perkara yang wajib maka kamu harus melakukannya karena sesungguhnya Allah telah memerintahkanmu melakukan perkara wajib itu.

Belajarlah ilmu Bahasa Arab agar kamu kuat untuk menemukan hukum-hukum dan nasehat-nasehat yang mana Allah Yang Maha Luhur telah meninggalkannya (menetapkannya) di dalam Kitab-Nya yang mulia (Al-Qur'an) dan Dia telah menerangkan melalui lisan rasul-Nya SAW di dalam hadits yang shahih riwayatnya.

Belajarlah ilmu akal (logika) agar hujjahmu menjadi kuat dan mata hatimu menjadi terang benderang dalam menolong agama Allah dan menunjukkan makhluk ke jalan petunjuk.

Wahai anak kecilku, jadikanlah semua amal perbuatanmu sebagai pengabdian kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan menyempurnakanmu, jangan mencari (berharap) dengan amal perbuatanmu kepada selain Dzat Tuhanmu.

Tinggalkanlah keburukan karena sesungguhnya Allah telah memerintahkanmu untuk meninggalkannya dan berbuatlah kebaikan karena sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur telah memerintahkanmu untuk melakukannya.

Tetapkanlah dirimu dengan adab terhadap teman-temanmu karena sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur telah memerintahkanmu untuk melakukan itu, bukan karena seorang makhluk sepertimu yang akan menghukummu karena kamu meninggalkan adab itu.

Janganlah melewati batas terhadap hak-hak para hamba karena sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur telah melarangmu untuk bermusuhan, bukan karena tatkala kamu melewati batas terhadap hak-hak itu maka kamu akan dihukum dan kamu dijatuhi keputusan untuk mengembalikannya kepada pemiliknya.

Jangan menghianati seseorang dari makhluk Allah karena sesunggunya Allah Yang Maha Luhur telah melarangmu untuk berhianat, bukan karena takut hukum dari makhluk sepertimu (misalnya gurumu atau orangtuamu).

Taatilah ayah dan ibumu karena sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur telah memerintahkanmu untuk menaati keduanya, bukan karena takut nafkah akan terputus darimu tatkala kamu mendurhakai keduanya.

Taatilah para pemegang hukum dan para pemerintah karena sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur telah memerintahkanmu untuk menaati mereka, bukan karena berharap memperoleh keluhuran derajat di sisi mereka dan bukan karena takut otorotas/kekuasaan dan hukuman mereka.

Sayangilah orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, karena sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur telah memerintahkanmu untuk menyayangi mereka, bukan karena agar orang-orang berkata tentangmu bahwa kamu merupakan orang-orang yang berbuat baik.

Takutlah pada musuh-musuhmu dan musuh-musuh kaummu (jangan memperbesar masalah, mengalahlah) karena sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur telah memerintahkanmu untuk takut kepada mereka, bukan karena menyukai (bangga) balas dendam terhadap orang yang memusuhimu.

Berjuanglah agar semua amal perbuatanmu untuk mengabdi terhadap agammu dan generasi tanah airmu karena berharap memperoleh ridlo Allah dan mencari pahala di sisi Tuhanmu, bukan karena rasa cinta terhadap kepopuleran dan mengumpulkan dunia, maka Allah memberikan pertolongan kepadamu, menunjukkanmu menuju jalan yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi dunia dan akhiratmu.


Baca lebih lengkap : Terjemah Kitab Washoya Al-Aba' lil Abna' Bahasa Indonesia.

Wallahu a'lam bis showab.