Minhatul Mughits - (12) Hadits Mudabbaj, Riwayat Aqran, Riwayat Akabir Anil Ashaghir, Riwayat Ashaghir Anil Akabir

Minhatul Mughits - (12) Hadits Mudabbaj, Riwayat Aqran, Riwayat Akabir Anil Ashaghir, Riwayat Ashaghir Anil Akabir

Terjemah Kitab Minhatul Mugits Bahasa Indonesia, Bab Hadits Mudabbaj, Bab Riwayat Aqran, Bab Riwayat Akabir Anil Ashaghir, Riwayat Ashaghir Anil Akabir

HADITS MUBADDAJ
Yaitu jika diriwayatkan oleh setiap seorang 2 golongan dari golongan lainnya, seperti Siti Aisyah dan Sahabat Abu Hurairah dari golongan sahabat, Az-Zuhri dan Ibnu Zubair dari golongan tabi'in, Imam Malik dan Imam Auza'i dari golongan tabi'it tabi'in, Imam Ahmad bin Hanbal dan Ali bin Al-Madini dari golongan sesudah tabi'it tabi'in. Sesungguhnya setiap kedua dari golongan tersebut, setiap seorang saling meriwayatkan dari lainnya tanpa adanya perantara.

Dan seperti Imam Malik dan Imam Laits, sesungguhnya setiap keduanya saling meriwayatkan dari lainnya tetapi dengan perantara Yazin bin Al-Hadi.

Adapun Hadits Ghairu Mudabbaj, yaitu jika satu dari dua golongan meriwayatkan dari golongan lainnya, sedangkan golongan lainnya tidak meriwayatkan darinya, seperti riwayat Al-A'masy dari At-Taimi.

Dan disyaratkan di dalam hadits mudabbaj yaitu adanya kesamaan di dalam umur dan menerima dari guru-gurunya. Dan sudah mencukupi salah satu dari dua syarat tersebut di dalam hadits lainnya (hadits ghaitu mudabbaj).

RIWAYAT AQRAN
Yaitu jika seorang rawi memiliki kesamaan dengan orang yang meriwayatkan darinya di dalam satu perkara dari beberapa perkara yang berhubungan dengan riwayat seperti umur, dan menerima dari guru-gurunya, seperti riwayat Al-A'masy dari At-Taimi.
Catatan :
Dalam riwayat lain, riwayat aqran ini merupakan sinonim dari hadits ghaiu mudabbaj.

RIWAYAT AKABIR ANIL ASHAGHIR
Yaitu seseorang meriwayatkan dari seseorang yang umurnya berada di bawahnya dan menerima dari guru-gurunya, seperti riwayat Imam Az-Zuhri dari Imam Malik, karena sesungguhnya Imam Az-Zuhri lebih tua umurnya dan lebih dahulu tingkatannya daripada Imam Malik.
Catatan :
Imam Az-Zuhri adalah golongan tabi'in akhir sedangkan Imam Malik adalah golongan tabi'it tab'in awal.
Yang merupakan riwayat akabir anil ashaghir adalah riwayat sahabat dari tab'in, riwayat guru-guru dari murid-muridnya, dan riwayat bapak-bapak dari anaknya, seperti riwayat Sahabat Abbas bin Abdul Muthalib dari putranya, Al-Fadl bin Abbas bin Abdul Muthalib :
اَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمَعَ بَيْنَ صَلَاتَيْنِ بِالْمُزْدَلِفَةِ
"Sesungguhnya Rasulullah SAW menjamak 2 shalat di Muzdalifah".

Faidah mengetahui riwayat akabir anil ashaghir adalah tidak menjadikan keraguan (kebimbangan dan prasangka buruk) bahwa orang yang menerima riwayat lebih tua dan lebih mulia karena hal demikian merupakan sesuatu yang umum.

RIWAYAT ASHAGHIR ANIL AKABIR
Yaitu jika seseorang meriwayatkan dari seseorang yang umurnya berada di atasnya dan menerima dari guru-gurunya.

Yang merupakan riwayat ashaghir anil akabir adalah riwayat anak-anak dari bapak-bapak, seperti riwayat Imam Ad-Darimi dari ayahnya, dari Rasulullah SAW.
Catatan :
Riwayat tabi'in dari sahabat, tabi'it tabi'in dari tabi'in, dan murid-murid dari guru-gurunya juga termasuk riwayat ashaghir anil akabir.

Wa'llahu a'lam bis showab.

Baca lebih lengkap : Terjemah Kitab Minhatul Mughits Bahasa Indonesia.